fbpx

Pasar Tradisional bersejarah di Surakarta

5 nama Pasar Tradisional bersejarah di Surakarta | Pasar merupakan sebuah tempat terjadinya proses transaksi antara pembeli dan penjual dan menyediakan kebutuhan dalam bentuk barang untuk kehidupan sehari-hari.

Dalam klasifikasinya pasar terbagi dalam 2 macam jenis:

 

1. Pasar Tradisional

 

Hasil gambar untuk pengertian pasar

Merupakan Pasar tradisional adalah pasar yang menjual berbagai macam barang kebutuhan yang diperlukan sehari-hari, jasa, dan lain sebagainya.

Biasanya terjadi proses tawar-menawar harga barang dengan tatap muka langsung.

Bangunan dari pasar tradisional biasanya berupa los, kios-kios atau gerai, serta dasaran terbuka yang dibuka oleh para penjual ataupun dari pengelola pasar.

 

2. Pasar Modern

 

Hasil gambar untuk pengertian pasar

Merupakan jenis pasar masa kini yang menyediakan bahan makanan, terdapat juga barang lainnya yang dijual dan biasanya dapat bertahan lama.

Pasar Modern rata-rata menggunakan fasilitas pendingin ruangan agar menambah kenyamanan saat berbelanja.

Namun di pasar modern harga barang cenderung tinggi dan tidak terjadi proses tawar menawar.

Jadi harganya sudah ditentukan oleh pihak swalayan.

Contoh : minimarket, pasar swalayan (supermarket), dan lain sebagainya.

 

Tapi pada kesempatan kali ini saya akan lebih membahas tentang pasar Tradisional.

Yaitu 5 nama Pasar Tradisional bersejarah di Surakarta

Pasar Tradisional sangatlah penting keberadaanya pada sebuah lingkungan masyarkat.

Khususnya bagi masyarkat kota Surakarta pasar merupakan tempat untuk mencukupi kebutuhan pangan mereka sehari-hari.

 

Nah berikut 5 nama Pasar Tradisional bersejarah di Surakarta.

 

1. Pasar Gedhe Surakarta

Hasil gambar untuk pasar gede solo

Pasar yang didesain oleh Arsitektur Belanda pada tahun 1947 ini memiliki beragam sejarah dari waktu ke waktu hingga saat ini. Berikut ulasanya :

Dibangun pada tahun 1947 oleh Ir. Thomas Karsten diarea seluas 10.421 hektare bersebrangan dengan Balaikota Surakarta.

 

Nama pasar Gedhe sendiri diambil dari kalimat dalam bahasa Jawa “Pasar Gedhe” yang artinya atap yang besar.

 

Pasar gede terdiri dari dua bangunan yang terpisahkan jalan yang sekarang disebut sebagai Jalan Sudirman. Masing-masing dari kedua bangunan ini terdiri dari dua lantai.

 

Pintu gerbang di bangunan utama terlihat seperti atap singgasana yang kemudian diberi nama Pasar Gedhé dalam bahasa Jawa.

 

Disini terdapat berbagai macam jenis sayuran segar, daging, buah, bahkan oleh-oleh kota Surakarta.

Saat ini pasar Gedhe dilengkapi dengan fasilitas tabel sembako digital dan VALLET Parking.

http://

 

 

2. Pasar Legi Surakarta

Hasil gambar untuk pasar legi solo

Bermula dari bangunan los ditahun 1930. Nama Legi diambil dari perhitungan Jawa diantaranya: KLiwon, Wage, dan lain-lain.

Baru pada Era Mangkunegara VII direnovasi hingga nampak modern dan layak.

Pasar Legi saat ini menempati areal seluas 16.640 m2 dengan bangunan berlantai dua yang luasnya mencapai 12.125 m2.

Berdekatan dengan taman Banjarsari yang dulu menjadi pemukiman orang kulit putih.

Saat ini pasar Legi memiliki lebih dari 1000 pedagang dilantai atas maupun bawah.

Dengan beragam produk sayuran, daging dan buah-buahan yang lengkap. Pasar Legi dijadikan sebagai tempat pengkulak dalam membeli barang.

Berbagai fasilitas lengkap seperti; MCK, Mushola dapat anda temukan di pasar ini.

http://

 

 

3. Pasar Klewer Solo

Hasil gambar untuk pasar klewer solo

Photocredit: www.kaskus.com

Solo dikenal sebagai kota Batik.

Yap karena banyak produsen Batik yang bermukim di Solo. Salah satunya di daerah Laweyan.

 

Selain daerah pemukin Batik Laweyan. Ada salah satu pasar yang menjual beragam produk busana, kain, baju batik di Surakarta adalah pasar Klewer.

 

Pasar Klewer dibangun pada tahun 1971.

 

Dulu pasar ini disebut Pasar Slompretan karena cara pedagang menawarkan daganganya dengan cara diselampirkan ke pundak.

 

Terletak berdekatan dengan Kraton Kasunanan Surakarta (Sebelah Barat).

http://

 

 

4. Pasar Kleco

Hasil gambar untuk pasar kleco solo

Photocredit: citra365

 

Dikenal dengan nama Pasar Sidodadin (Kleco) terletak di jalan Slamet Riyadi, Surakarta. Pasar ini memang berlokasi dipinggiran kota yaitu perbatasan antara Surakart dengan Sukoharjo.

 

Berdiri pada tahun 2007 namun pada bulan Agustus 2014 terjadi kebakaran.

Saat ini pemerintah telah merenovasi pasar Kleco menjadi lebih baik.

 

Anda dapat menemukan aneka sayur, jajanan pasar, buah. Selamat berkunjung.

http://

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply